Bahaya HIV/ADIS Bagi Manusia

   Bahaya HIV/AIDS Bagi Manusia

 


HIV merupakan singkatan dari Human immunodeficiency Virus yaitu virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia.AIDS merupakan singkatan dari Aquired Immune Deficiency Syndrome yang dimana AIDS ini merupakan fase terminal (akhir) dari infeksi HIV. Seseorang yang terinfeksi HIV maka virus ini akan menyerang sel darah putih yaitu jenis limfosit T. Orang yang terinfeksi HIV dalam beberapa tahun pertama belum menunjukan gejala apapun sehingga secara fisik ia sehat namun ia dapat menularkan virus kepada orang lain.

Berdasarkan data dari (sehatnegriku.kemkes.go.id) jumlah ibu rumah tangga yang terinfeksi HIV mencapai 35% angka tersebut lebih tinggi dibandingkan kasus HIV pada kelompok lainnya. Telah menyumbang 30% penularan dari suami ke istri. Dampaknya, kasus HIV baru pada kelompok ibu rumah tangga bertambah sebesar 5.100 kasus setiap tahunnya. Dilansir dari (databoks.katadata.co.id) menurut Badan Narkotika Nasional (BNN) sepanjang 2022 ada 62.856 kasus HIV dan Aids di Indonesia, rinciannya 9.901 kasus AIDS dan 52.955 kasus HIV.

Dilansir dari (www.halodoc.com) kelompok orang yang lebih beresiko terinfeksi antara lain: 

  • Orang yang melakukan hubungan intim tanpa kondom atau melakukan hubungan intim sebelum menikah dan sering berganti ganti pasangan.
  • Sering membuat tato atau melakukan tindik.
  • Orang yang terkena infeksi penyakit seksual lainnya.
  • pengguna narkotika suntik.  
Seharusnya kelompok yang beresiko mengetahui cara  pencegahan drai virus tersebut seperti:

  • Gunakan Kondom yang baru setiap berhubungan intim (tidak boleh disalah gunakan untuk yang masih dibawah umur)
  • Hindari berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.
  • bersunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
  • Bicarakan dengan dokter jika mendapatkan hasil tes positif HIV saat hamil.
Tes HIV harus dilakukan untuk memastikan seseorang yang menghidap HIV atau tidak. jenis pemeriksaan HIV seperti tes antibodi, tes antigen, hitung sel CD4, pemeriksaan viral load (HIV RNA) dan tes resitensi (kekebalan) pemeriksaan ini bisa dilakukan di rumah sakit pilihan.(sumber:www.halodoc.com)




Meskipun sampai saat ini belum ada pengobatan HIV yang bisa menyembuhkan secara total, tetapi ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus ini yang biasa di sebut dengan ARV. ARV bekerja dengan menghilangkan unsur yang virus HIV butuhkan untuk menggandakan diri dan mencegah virus HIV menghancurkan sel CD4. Jenis obat ini memiliki berbagai varian yaitu Efavirenz, Lamivudin, Zidovudin dan Nevirapine (sumber:www.halodoc.com).Sebaiknya kita mencegah penularan virus satu ini karena virus ini belum ada obat yang benar-benar bisa menyembuhkan dan virus ini akan tinggal di tubuh kita hingga tua nanti. Seharusnyapun kita harus bisa menurunkan jumlah populasi manusia yang terkena virus HIV/AIDS.

Komentar